Site icon businessadviceserviceblog.com

Biaya Obligasi SMF Berpotensi Menurun Setelah Jadi Repo Dasar

[original_title]

businessadviceserviceblog.com – Biaya dana obligasi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) diperkirakan mengalami penurunan setelah obligasi perusahaan dijadikan sebagai underlying repo di Bank Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Riset Ekonomi SMF, Martin D. Siyaranamual, dalam sebuah acara di Surakarta, Sabtu lalu.

Martin menjelaskan bahwa jika cost of fund menurun, SMF akan lebih mampu meningkatkan dukungan dana untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Saat ini, SMF dapat menyediakan 25 persen dana pendamping untuk KPR FLPP. Dengan penurunan biaya dana, diharapkan volume penyaluran KPR subsidi dapat meningkat.

Ia mencontohkan, spread imbal hasil obligasi SMF dibandingkan Surat Berharga Negara (SBN) berada di kisaran 100-150 basis poin. Namun, dengan adanya fasilitas repo, diharapkan SMF dapat menawarkan spread yang lebih rendah, sekitar 80 basis poin. Penurunan ini akan mengurangi biaya dana dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar.

Selain itu, Martin juga menyebut bahwa berbagai pihak, termasuk investor, semakin berinteraksi dengan obligasi jangka panjang, berkat adanya opsi likuiditas yang diberikan oleh repo. Direktur Bisnis SMF, Heliantopo, menambahkan bahwa peningkatan akses ke repo akan menarik lebih banyak investor untuk membeli obligasi SMF.

Dengan program perumahan nasional yang menargetkan penyediaan 3 juta rumah, likuiditas yang dihasilkan dari obligasi SMF sebagai underlying repo diharapkan dapat mempercepat perputaran dana. Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung SMF, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas likuiditas perbankan. Bank Indonesia telah menetapkan sejumlah kriteria untuk surat berharga yang dapat dijadikan sebagai underlying, termasuk kualitas dan likuiditas yang memadai.

Exit mobile version