businessadviceserviceblog.com – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengumumkan rencana untuk melakukan inspeksi mendadak pada arus mudik Lebaran 2026. Tujuan dari inspeksi ini adalah untuk memastikan kepatuhan bus dalam memenuhi standar operasional yang aman bagi penumpang. Jika ditemukan bus yang tidak layak jalan namun tetap beroperasi, langkah tegas akan diambil untuk menurunkan penumpang dari kendaraan tersebut.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa bagi penumpang yang terpaksa diturunkan, pihaknya akan menyediakan bus pengganti. Operasional perusahaan otobus (PO) yang melanggar akan mendapatkan sanksi sesuai dengan tingkat keparahan pelanggaran yang dilakukan. “Kami akan menyiapkan bus pengganti. Jika tidak bisa ditoleransi, penumpang akan diturunkan,” katanya dalam sebuah briefing media di Jakarta pada hari Jumat (6/3/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan selama periode mudik, terutama mengingat permintaan transportasi yang meningkat pesat. Dudy menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, meskipun ada lonjakan jumlah penumpang. Inspeksi mendadak ini akan berbeda dari ramp check biasa dan akan mencakup pemeriksaan kondisi bus, kesehatan sopir, serta kelengkapan peralatan untuk menangani keadaan darurat.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan berkolaborasi dengan Korlantas Polri untuk penegakan hukum dalam kegiatan ini. Diharapkan, melalui tindakan ini, angka kecelakaan serta fatalitas yang mungkin terjadi saat angkutan Lebaran bisa ditekan secara signifikan. Inspeksi ini menjadi antisipasi penting untuk memastikan keselamatan seluruh pengguna jalan selama momen mudik yang padat ini.