Site icon businessadviceserviceblog.com

IHSG Akhir Pekan Melemah Dikarenakan Aksi Ambil Untung Investor

[original_title]

businessadviceserviceblog.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Jumat sore, berakhir melemah 31,87 poin atau 0,40 persen di level 7.858,85. Penurunan ini dipicu oleh aksi profit taking yang dilakukan investor. Indeks LQ45, yang mencatatkan 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 6,76 poin atau 0,82 persen, mencapai posisi 822,22.

Menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelaku pasar saat ini mencermati kemungkinan pelonggaran kebijakan dari The Fed pada bulan September 2025. Mereka memperkirakan ada peluang 75,3 persen untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin. Menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole di Amerika Serikat, perhatian pelaku pasar meningkat seiring ketidakpastian mengenai arah suku bunga di masa depan.

Di sisi lain, harapan akan stimulus baru juga muncul setelah ekonomi China melambat pada Juli 2025. Pemerintah China akan memulai subsidi pinjaman konsumen yang jangka waktunya satu tahun mulai September 2025, di mana pemerintah akan menanggung 90 persen biaya bunga.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti pengumuman terkait rebalancing indeks FTSE Russell yang dijadwalkan rilis pada akhir pekan ini. Meskipun dibuka menguat, IHSG terus berada di zona merah hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menunjukkan penguatan, termasuk sektor transportasi dan logistik yang meningkat 2,03 persen. Namun, enam sektor mengalami penurunan, dengan sektor barang baku turun 0,39 persen sebagai penurunan terparah.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.894.880 transaksi, dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 41,66 miliar lembar senilai Rp16,02 triliun. Dalam rincian, 361 saham menguat, 275 saham melemah, dan 163 saham stagnan. Regional bursa Asia juga mencatatkan kenaikan, dengan indeks Nikkei berada di level 42.617,50, dan Hang Seng menguat ke 25.339,14.

Exit mobile version