businessadviceserviceblog.com – Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) untuk menangani kedaruratan sampah. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden, dengan fokus pada daerah yang memiliki timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.
Dalam rapat koordinasi di Jakarta, Zulkifli mencatat bahwa rencana awal mencakup 34 lokasi, namun setelah penyesuaian, sekarang menjadi 30 proyek yang melibatkan 61 kabupaten dan kota. Proyek-proyek ini bertujuan untuk mengolah sekitar 14,4 juta ton sampah per tahun, yang mencakup 22,5 persen dari total timbunan sampah nasional.
Sementara itu, sekitar 77,5 persen sampah lainnya akan dikelola melalui pendekatan yang beragam, termasuk pengelolaan di sektor perkantoran, pasar, dan fasilitas publik. “Kami memiliki berbagai teknologi untuk pengolahan sampah, termasuk refuse-derived fuel (RDF) dan pengolahan kompos,” tambah Zulkifli.
Beberapa proyek telah memasuki tahap tender, termasuk lokasi di Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta. Proyek lain di Palembang, Tangerang Selatan, Makassar, dan Surabaya siap untuk proses lelang. Pemerintah menargetkan bahwa proyek tahap awal dapat beroperasi pada tahun 2027, sementara proyek lainnya dijadwalkan rampung pada Mei 2028.
Melalui upaya ini, pemerintah berharap penanganan sampah di berbagai daerah dapat menjadi lebih efektif dan mampu meningkatkan kualitas lingkungan secara keseluruhan. Ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengatasi masalah sampah dengan lebih sistematis dan berkelanjutan.