businessadviceserviceblog.com – Pengamat ekonomi mengingatkan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang baru, Robert Leonard Marbun, untuk fokus mengatasi kebocoran penerimaan negara. Ibrahim Assuaibi, seorang pakar di bidang ekonomi dan komoditas, menilai bahwa pengalaman Robert menjadikannya sosok yang tepat untuk menjabat di tengah tantangan fiskal yang ada saat ini.
Pelantikan Robert dianggap sebagai langkah krusial dalam menjaga stabilitas fiskal nasional, terutama di tengah tekanan geopolitik global. Ibrahim menunjuk pada masalah di dalam negeri, khususnya di sektor kepabeanan, seperti pelabuhan dan bandara, yang disinyalir masih dikeroyok praktik mafia. Ia mengungkapkan bahwa kebocoran di pelabuhan adalah masalah serius yang hingga kini sulit diatasi, dengan dinamika sistemik yang menyulitkan pengawasan.
“Ketika satu jalur diawasi, jalur lain tetap berfungsi,” ujarnya, menambahkan bahwa praktik ini teroganisir dan melibatkan banyak pihak. Ia menegaskan bahwa perbaikan tata kelola di sektor ini dapat memperbesar potensi penerimaan pajak negara.
Sejalan dengan itu, Nailul Huda dari Center of Economic and Law Studies (Celios) menegaskan bahwa kemampuan Robert dalam memperbaiki administrasi sektor keuangan sangat penting, sambil membangun integritas di seluruh lapisan birokrasi. Dalam struktur Kementerian Keuangan, peran Sekjen sangat sentral dalam pengelolaan sumber daya manusia dan rekam jejak pegawai.
Sesuai dengan tanggung jawab ini, keberhasilan Robert diharapkan tidak hanya pada sisi eksternal, tetapi juga dalam memfokuskan upayanya dalam memperbaiki tata kelola internal kementerian agar bisa mendukung pencapaian tujuan fiskal nasional secara efektif.