Site icon businessadviceserviceblog.com

BKPM Dukung Swasta Lewat Insentif Pajak Perkuat SDM di WEF

[original_title]

businessadviceserviceblog.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM) Indonesia telah mengumumkan insentif pajak hingga 200 persen untuk pengusaha yang berinvestasi dalam pelatihan dan pendidikan tenaga kerja. Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Utama BKPM, Rudy Salahuddin, dalam diskusi panel di Paviliun Indonesia pada World Economic Forum (WEF) yang diselenggarakan di Davos, Swiss.

Diskusi bertema “Crisis or Opportunity? Skills for a 2030 Workforce” ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun ekosistem talenta yang responsif terhadap dinamika pasar kerja global, terutama di tengah kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI). Rudy menjelaskan bahwa BKPM tidak hanya terlibat dalam penyediaan pelatihan, tetapi juga dalam penyesuaian kurikulum dan standar industri agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kegiatan ini berlangsung antara 19 hingga 23 Januari, melibatkan perwakilan dari pemerintah, sektor pendidikan, serta komunitas global. Mereka membahas strategi untuk menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan dalam struktur ketenagakerjaan. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa perkembangan AI seharusnya dipandang sebagai peluang, bukan ancaman. Ia merujuk pada proyeksi WEF yang menunjukkan bahwa meski beberapa pekerjaan mungkin hilang, peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru akan lebih besar.

Lebih lanjut, acara ini juga menyoroti pentingnya penguatan talenta digital di Indonesia, di mana proyeksi menunjukkan kebutuhan akan sembilan juta talenta digital dalam 15 tahun ke depan. Pemerintah berkomitmen menjalankan program-program nasional seperti Kartu Prakerja dan transformasi pendidikan vokasi guna mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan. Diskusi di forum ini menegaskan bahwa kontribusi manusia tetap penting meskipun teknologi semakin berkembang.

Exit mobile version