businessadviceserviceblog.com – Pemerintah Indonesia menargetkan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai salah satu kawasan wisata berkelas dunia. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, mengungkapkan hal ini saat peletakan batu pertama Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di Probolinggo, Jawa Timur, pada Senin lalu.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi prioritas dalam strategi besar pengelolaan taman nasional yang terintegrasi. Dengan total 57 taman nasional di Indonesia, pemerintah berharap beberapa di antaranya dapat diakui secara global. Satyawan menambahkan bahwa pembangunan JLKT tidak hanya ber fokus pada sektor pariwisata, tetapi juga melibatkan aspek ekologi, perlindungan flora dan fauna, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Ia menekankan pentingnya menjaga identitas budaya lokal dalam pengelolaan taman nasional. Menurut Satyawan, penghormatan terhadap masyarakat dan kearifan lokal merupakan prinsip utama dalam cara pengelolaan kawasan konservasi. Pengembangan JLKT diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan berkelanjutan yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan menjaga keindahan alam untuk generasi mendatang.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, juga menyatakan bahwa pembangunan JLKT adalah momentum penting untuk keberlanjutan kawasan Tengger. Ia menjelaskan jalur kaldera sepanjang 13 kilometer direncanakan untuk menjaga keseimbangan antara kunjungan wisatawan yang meningkat dan pelestarian alam serta budaya. Haris menekankan bahwa kawasan Bromo tidak hanya berharga secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus terlindungi.
Melalui inisiatif ini, diharapkan TNBTS dapat menciptakan contoh pengelolaan kawasan konservasi yang seimbang dan berkelanjutan, menguntungkan semua pihak yang terlibat.