businessadviceserviceblog.com – Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pemerintah kembali menekankan pentingnya solusi logistik dalam perdagangan internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan perwakilan Uni Eropa di tengah forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Isu logistik menjadi topik utama diskusi antara delegasi Indonesia dan perwakilan Uni Eropa, berfokus pada memastikan kelancaran arus ekspor-impor ketika kerjasama perdagangan mulai diimplementasikan sepenuhnya.
Dalam penjelasannya, Budi menyatakan, pemerintah ingin mencegah hambatan distribusi yang dapat mengganggu kerjasama perdagangan. Pertemuan ini dianggap penting untuk menyusun implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (I-EU CEPA), dengan perhatian khusus pada efisiensi rantai pasok serta pengiriman barang lintas negara.
Budi menyoroti bahwa ketegangan geopolitik dan meningkatnya biaya energi saat ini telah berdampak pada perubahan jalur pelayaran internasional dan tingginya ongkos transportasi. Jika tidak ditangani, situasi ini dapat menjadi masalah besar bagi perdagangan internasional. Pemerintah pun bertekad agar implementasi I-EU CEPA tidak terhambat oleh kendala logistik.
Selain itu, momen ketidakpastian global dianggap sebagai kesempatan untuk meningkatkan sistem logistik nasional. Beberapa langkah yang akan diambil termasuk pembenahan regulasi, efisiensi pelabuhan, dan penyederhanaan proses ekspor. Budi optimis, dengan peningkatan logistik dan kerjasama perdagangan yang lebih baik, ekspor Indonesia ke Uni Eropa akan tumbuh dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha. Pemerintah berkomitmen untuk menghilangkan hambatan yang mengganggu kelancaran ekspor untuk meraih target tersebut.