businessadviceserviceblog.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bank Jatim Tahap I Tahun 2025 dengan nilai maksimum mencapai Rp2 triliun. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur pendanaan dan mendukung rencana ekspansi bisnis.
Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I, yang menargetkan penghimpunan dana total sebesar Rp5 triliun. Plt Direktur Utama Bank Jatim, Arif Suhirman, menyatakan bahwa penerbitan obligasi bertujuan untuk menjaga likuiditas, memperkuat kapasitas pembiayaan, serta memperluas fungsi intermediasi.
Obligasi ini ditawarkan dalam dua seri, yaitu Seri A dengan tenor 3 tahun dan Seri B dengan tenor 5 tahun, dengan pembayaran kupon dilakukan setiap triwulan. Masa penawaran awal berlangsung dari 1 hingga 15 September 2025, dengan tanggal efektif pada 23 September 2025, sementara masa penawaran umum dijadwalkan pada 25 hingga 26 September 2025.
Bank Jatim menunjuk empat penjamin pelaksana emisi efek dalam penerbitan obligasi ini. Pefindo telah memberikan peringkat idAA- dengan outlook stabil, menunjukkan profil risiko yang rendah dan prospek pertumbuhan yang terjaga. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung penyaluran kredit dan menjaga likuiditas jangka panjang.
Hingga Juni 2025, Bank Jatim mencatat total aset konsolidasi sebesar Rp118,15 triliun, yang meningkat 16,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga mengalami pertumbuhan, mencapai Rp811 miliar. Bank Jatim terus mengakselerasi transformasi digital melalui layanan digital dan memperluas akses perbankan untuk mendukung inklusi keuangan.