businessadviceserviceblog.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore mengalami penurunan. IHSG ditutup melemah 67,03 poin atau 0,94 persen, berada di level 7.097,06. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terkait meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, sesuai laporan dari Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia.
Seiring dengan ketidakpastian di pasar global, IHSG mengikuti tren negatif yang terlihat pada bursa saham Asia lainnya. Ekspektasi awal mengenai negosiasi antara AS dan Iran untuk meredakan konflik tampaknya berkurang, setelah Iran menolak proposal gencatan senjata dari AS. Hal ini menciptakan dampak negatif terhadap sentimen pasar, dan meningkatkan keraguan terhadap penyelesaian konflik yang sudah berlangsung selama empat pekan.
Ketegangan yang berkepanjangan ini berpotensi berimbas pada inflasi global dan pertumbuhan ekonomi. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan tenggat waktu bagi Iran hingga 6 April 2026 untuk mencapai kesepakatan, sebagai respons terhadap permintaan Iran, serta memberi izin bagi sepuluh kapal tanker melewati Selat Hormuz.
Di Indonesia, sektor yang mengalami penguatan yaitu energi dan kesehatan, masing-masing naik 0,34 persen dan 0,15 persen. Sementara itu, sembilan sektor lainnya mengalami penurunan. Sektor industri mencatatkan penurunan terbesar sebesar 1,20 persen. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.393.686 transaksi, dengan total nilai mencapai Rp11,77 triliun.
Data lebih lanjut menunjukkan 274 saham mengalami kenaikan, sedangkan 379 saham mengalami penurunan. Bursa saham Asia menunjukkan variasi yang sama, dengan Indeks Nikkei turun, sementara indeks Hang Seng dan Shanghai mencatat penguatan. Situasi ini mencerminkan kondisi pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik global.