businessadviceserviceblog.com – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa usaha periklanan memiliki dampak signifikan terhadap subsektor lain dalam industri ekonomi kreatif. Dalam sebuah siaran pers di Jakarta pada hari Sabtu, Riefky menjelaskan bahwa periklanan tidak hanya berfungsi sebagai promosi, tetapi juga mampu mengubah komoditas menjadi gaya hidup, dan dengan demikian mendorong pertumbuhan subsektor seperti televisi, radio, desain grafis, musik, film, animasi, seni pertunjukan, serta kuliner.
Riefky mencatat pentingnya industri periklanan dalam mendorong konsumsi domestik, yang menjadi pilar utama ekonomi Indonesia. Ia merujuk pada proyeksi PwC yang menyebutkan bahwa pendapatan iklan global bisa mencapai satu triliun dolar AS pada tahun 2026. Industri periklanan diprediksi berkontribusi sebesar 55 persen terhadap pertumbuhan industri hiburan dan media dalam lima tahun mendatang.
Dari data Dentsu Advertising Market Report, pengeluaran iklan di Indonesia diperkirakan akan tumbuh antara 5,1 hingga 5,4 persen selama 2025 hingga 2027, dengan sektor digital sebagai kontributor utama. Untuk semester pertama 2025, subsektor periklanan telah menarik investasi mencapai Rp2,77 triliun, menempatkannya di antara lima besar subsektor yang mendapat investasi signifikan.
Dalam kesempatan yang sama, Riefky mengapresiasi acara penghargaan Citra Pariwara yang berlangsung pada 11-12 Desember 2025, yang dianggap sebagai barometer kualitas industri periklanan di Indonesia. Ia menyebut acara tersebut sebagai ‘Olimpiade’-nya industri periklanan, yang mencatat sejarah perjalanan industri kreatif nasional. Melalui acara ini, Riefky berharap agar para pemenang dapat menginspirasi pelaku industri periklanan ke depan.