businessadviceserviceblog.com – Bank Indonesia (BI) menunjukkan optimisme bahwa pertumbuhan kredit akan mencapai 8 persen pada akhir tahun 2025. Target ini meskipun di tengah tantangan yang dihadapi selama tahun ini. Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Senin, menyampaikan harapannya agar pertumbuhan kredit dapat mencatatkan angka di atas 8 persen pada bulan Desember mendatang.
Solikin menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit perbankan hingga November 2025 tercatat 7,74 persen secara tahunan, mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 10,79 persen. Ia mengungkapkan bahwa perlambatan pertumbuhan ini disebabkan oleh faktor permintaan dan penawaran yang memerlukan dukungan lebih.
Lebih jauh, data menunjukkan bahwa kredit investasi tumbuh sebesar 17,98 persen, sedangkan kredit modal kerja hanya meningkat 2,39 persen. Hal ini mencerminkan bahwa segmen-segmen yang bergantung kepada kredit modal kerja masih menghadapi kendala, mengingat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menambahkan bahwa faktor-faktor seperti perilaku wait and see dari pelaku usaha dan proses optimalisasi pembiayaan internal menjadi penyebab tertahannya permintaan kredit. Meski begitu, dia menekankan bahwa persyaratan pemberian kredit tetap longgar untuk sebagian besar segmen.
Walaupun terdapat tantangan dalam intermediasi, BI meyakinkan bahwa ketahanan industri perbankan tetap kuat dan mampu menghadapi kondisi yang ada saat ini.