businessadviceserviceblog.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) merayakan pencapaian luar biasa seiring dengan usianya yang mencapai 130 tahun. Di tengah perjalanan tersebut, harga saham BRI tercatat meningkat sekitar 48 kali lipat dibandingkan saat penawaran umum perdana (IPO) pada 2003, yaitu Rp875 per saham. Hingga 16 Desember 2025, harga saham BBRI berada di level Rp3.690, meskipun mengalami penurunan sekitar 5,38 persen dalam sebulan terakhir.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa hasil tersebut adalah buah dari konsistensi strategi bisnis dan transformasi berkelanjutan yang diterapkan bank tersebut. Sebagai hasilnya, BRI kini menjadi perusahaan pelat merah dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Pernyataan tersebut ditekankan dalam konteks penciptaan nilai ekonomi dan bisnis yang berujung pada peningkatan dividen serta nilai saham.
Sejak terdaftar di Bursa Efek Indonesia, BBRI menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil. Dalam empat tahun pertama setelah IPO, kapitalisasi pasar BRI berhasil menembus Rp100 triliun. Pertumbuhan ini terus berlanjut, mencapai Rp200 triliun pada 2013 dan Rp300 triliun pada 2015. Untuk mendukung likuiditas dan menarik investor ritel, BRI melakukan dua kali aksi korporasi berupa stock split.
Masuk ke dekade 2020-an, tren positif ini tetap berlanjut dan pada akhir 2022, kapitalisasi pasar BBRI mencapai Rp700 triliun. Meskipun dihadapkan pada fluktuasi harga saham akibat ketidakpastian pasar global dan domestik sepanjang 2025, fundamental BRI tetap dinilai solid oleh para analis.
Pada September 2025, kapitalisasi pasar BBRI tercatat sebesar Rp591,1 triliun. Pencapaian ini menempatkan BRI di peringkat ke-114 bank terbesar di dunia dan keempat di Asia Tenggara, menegaskan posisinya yang kuat di industri keuangan.