businessadviceserviceblog.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan pada Selasa pagi, mencatat penurunan sebesar 33,83 poin atau 0,45 persen, dengan posisi berada di angka 7.560,28. Kelemahan ini terjadi ditengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpengaruh signifikan terhadap pasar modal.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dalam rentang 7.500 hingga 7.700. Namun, jika indeks menembus level 7.500, kemungkinan akan merosot lebih jauh hingga ke level 7.450 hingga 7.480. Peningkatan ketegangan antara AS dan Iran kembali mencuat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan tindakan tegas terhadap kapal berbendera Iran di Teluk Oman, serta ancaman untuk menghancurkan infrastruktur penting Iran jika negara tersebut menolak kesepakatan yang diusulkan.
Ketegangan ini juga berdampak pada pasar energi, menguatkan harga minyak mentah dan meredupkan harapan atas pembukaan Selat Hormuz dalam waktu dekat. Di sisi lain, data dari Bank Indonesia menunjukkan rasio Non-Performing Loan (NPL) pada kredit properti meningkat dari 2,99 persen pada Februari 2025 menjadi 3,24 persen pada Februari 2026. Meskipun pertumbuhan kredit properti masih menunjukkan peningkatan, tekanan terhadap NPL dapat meningkat seiring potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia.
Sementara itu, bursa saham Eropa dan AS kompak melemah pada perdagangan sebelumnya, dengan indeks-indeks utama mengalami penurunan. Di pasar Asia, ada variasi pergerakan indeks, dengan Nikkei menguat, sedangkan Shanghai mengalami penurunan. Situasi ini mencerminkan ketidakpastian yang melanda pasar global.