businessadviceserviceblog.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan pada Senin sore, menarik perhatian pelaku pasar yang melakukan aksi ambil untung di tengah sikap wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. IHSG ditutup melemah sebanyak 39,89 poin atau 0,52 persen, berada di level 7.594,11. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 3,02 poin atau 0,40 persen.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, menyatakan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh aksi profit taking dan ketidakpastian menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 22 April 2026. Meskipun saat ini inflasi masih dalam target, terdapat peningkatan risiko, terutama akibat ketegangan geopolitik yang berpotensi memicu inflasi inti.
Bank Indonesia dijadwalkan menggelar RDG pada 21-22 April 2026, setelah mempertahankan suku bunga tidak berubah selama enam bulan terakhir. Ekspektasi pasar memperkirakan suku bunga acuan masih akan dipertahankan di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.
Di sisi lain, bursa saham Asia menunjukkan penguatan, terutama setelah China mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya. Namun, penguatan ini terhambat oleh penurunan tajam Futures saham AS, terkait dengan ketegangan internasional, di mana Washington menyita kapal kargo Iran.
IHSG dibuka menguat namun segera bergerak ke zona merah hingga penutupan, dengan semua sebelas sektor mengalami penurunan. Dikenal sebagai sektor yang paling menderita adalah sektor properti, sementara beberapa saham seperti DEFI, LCKM, dan MDIA mencatatkan penguatan. Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.461.693 transaksi, dengan nilai total mencapai Rp17,21 triliun.