businessadviceserviceblog.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal Indonesia mencapai Rp250 triliun pada tahun 2026. Target ini merupakan bagian dari agenda reformasi integritas pasar modal yang kini sedang berlangsung. Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari, menyatakan bahwa dinamika terbaru di pasar modal menjadi momentum penting untuk melakukan perbaikan yang diperlukan agar pertumbuhan yang dihasilkan lebih berkualitas.
Acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta pada Kamis lalu, Friderica mengungkapkan bahwa untuk menindaklanjuti komitmen reformasi, OJK berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force Reformasi Integritas Pasar Modal. Satgas ini diharapkan dapat memastikan delapan rencana aksi reformasi terlaksana sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Dalam kesempatan tersebut, Friderica juga memaparkan proyeksi pertumbuhan pada sektor keuangan lainnya. Kredit perbankan diperkirakan akan tumbuh 10-12 persen, didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7-9 persen. Selain itu, aset program asuransi, dana pensiun, dan program penjaminan juga diharapkan mengalami pertumbuhan yang signifikan.
OJK memperkirakan total permintaan untuk skor kredit dapat mencapai 200 juta permintaan, serta nilai transaksi melalui agregator yang diproyeksikan mencapai Rp27 triliun. Meskipun tantangan geopolitik dan geoekonomi meningkat, Indonesia diharapkan tetap dapat mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada tahun 2026.
Friderica menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dari semua pihak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. OJK fokus pada kebijakan penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem, dan pendalaman pasar keuangan untuk mencapai target tersebut.