businessadviceserviceblog.com – Keberadaan infrastruktur Ship-to-Ship (STS) Kalbut di Situbondo, Jawa Timur, memainkan peran penting dalam distribusi LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional. PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa komitmen mereka terhadap ketersediaan energi yang andal dan merata di seluruh Indonesia menjadi prioritas utama. Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, perusahaan bertujuan untuk menjaga pasokan LPG agar tetap terdistribusi secara optimal kepada masyarakat.
Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, Pertamina Patra Niaga melibatkan armada kapal untuk distribusi laut, skid tank untuk distribusi darat, dan peningkatan pengawasan di agen dan pangkalan resmi. Roberth menambahkan bahwa STS Kalbut berfungsi sebagai pusat layanan transfer LPG di perairan Teluk Kalbut, memungkinkan bongkar muat LPG dari kapal tanker utama ke kapal yang lebih kecil.
Sejak beroperasi pada tahun 1995, STS Kalbut memiliki luas area laut mencapai 3,92 km² dan menjadi salah satu simpul distribusi penting di Indonesia. Fasilitas ini tidak hanya menyuplai kebutuhan LPG di Jawa Timur, tetapi juga mencakup daerah lain seperti Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan, mendukung distribusi ke beberapa terminal LPG dengan kapasitas yang bervariasi.
Pada 8 April 2026, STS Kalbut menerima kapal kargo yang membawa 44.839 metrik ton LPG, yang kemudian didistribusikan ke berbagai terminal seperti Gresik, Surabaya, dan Banyuwangi. Dengan langkah-langkah ini, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan ketersediaan LPG yang cukup untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.