businessadviceserviceblog.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami fluktuasi yang signifikan pada tahun 2026. Ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee, mengungkapkan bahwa IHSG kemungkinan akan menguat hingga mencapai level 10.000, meskipun ada kemungkinan untuk melemah ke level 7.500 dalam 12 bulan ke depan. Proyeksi ini disampaikan dalam sebuah acara edukasi di Jakarta pada hari Jumat.
Kwee menjelaskan bahwa keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan metodologi perhitungan free float saham emiten di Indonesia akan berpengaruh besar terhadap perilaku pasar, terutama bagi investor asing. Rencana tersebut, yang akan diumumkan sebelum akhir Januari 2026, diperkirakan akan mulai diterapkan saat peninjauan indeks MSCI pada bulan Mei.
Meski demikian, Kwee menilai perubahan yang diusulkan MSCI kurang tepat, karena menghilangkan Perseroan Terbatas (PT) dari kategori investor publik dapat mengacaukan pasar. Ia meyakini bahwa MSCI tidak akan menerapkan perubahan tersebut pada pengumuman mendatang.
Sementara itu, faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan kebijakan suku bunga global juga diperkirakan akan memengaruhi pergerakan IHSG. Kwee menyebut bahwa pasar masih memiliki sektor-sektor potensial yang patut diperhatikan, seperti sektor konsumer dan komoditas emas.
Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/01), IHSG tercatat melemah 41,16 poin atau 0,46 persen, berada di posisi 8.951,00. Dalam perdagangan tersebut, tercatat sebanyak 3,3 juta transaksi dengan nilai perdagangan mencapai Rp32 triliun. Ke depan, pergerakan pasar saham di Indonesia akan tetap menjadi sorotan bagi investor, mengingat kondisi yang berfluktuasi ini.