businessadviceserviceblog.com – Wacana penghentian insentif kendaraan listrik berpotensi menghambat transisi energi di Indonesia, demikian disampaikan oleh Lembaga pengembangan ekonomi dan finansial, Institute for Development of Economic and Financial (Indef). Dalam pernyataannya, Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, Abra Talattov, menyatakan bahwa insentif ini sangat krusial di tengah ketidakpastian global yang dapat mempengaruhi fiskal negara.
Selama libur Natal dan Tahun Baru 2026, penggunaan kendaraan listrik menunjukkan hasil positif dengan 234.136 transaksi pengisian daya yang mencapai 5.619 Mega Watt hour (MWh). Ini mengindikasikan adanya peralihan yang signifikan menuju penggunaan energi yang lebih bersih dalam sektor transportasi. Abra menegaskan pentingnya menjaga momentum ini agar ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) tidak kembali menguat.
Sepanjang 2025, penjualan mobil listrik secara wholesales mencapai 103.931 unit, meningkat sekitar 141 persen dibanding tahun lalu. Angka itu menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin diterima oleh masyarakat, mencetak hampir 13 persen dari total pangsa pasar otomotif nasional. Namun, pengembangan lebih lanjut dalam sektor ini memerlukan dukungan infrastruktur seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan keandalan pasokan listrik.
Selain faktor internal, terdapat ancaman dari ketegangan geopolitik yang berpotensi mempengaruhi harga minyak dunia, berimbas pada kenaikan harga BBM domestik dan subsidi energi. Dalam situasi ini, INDEF mengimbau pemerintah untuk mempertimbangkan kembali insentif fiskal bagi kendaraan listrik yang memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), guna mendorong permintaan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi beban subsidi.
Proyeksi alokasi subsidi energi untuk 2026 mencakup Rp210 triliun, dengan risiko defisit fiskal yang bisa mencapai 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karena itu, peralihan penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat menahan kenaikan subsidi BBM dan listrik serta memperkuat industri otomotif dalam jangka menengah.