businessadviceserviceblog.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dalam membatasi pengajuan anggaran baru oleh kementerian dan lembaga (K/L) untuk menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Dalam sebuah sesi wawancara di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, pada Sabtu lalu, Purbaya menyatakan, “Saya akan batasi anggaran baru, jangan diajukan lagi.”
Kebijakan ini beriringan dengan langkah efisiensi anggaran yang ditujukan untuk memotong belanja K/L. Awalnya, pemerintah menargetkan pemotongan sebesar 10 persen per K/L, namun Purbaya menjelaskan bahwa mereka masih mengkaji besaran pemotongan ini. “Kami sedang melakukan perhitungan. Jika sebelumnya diusulkan efisiensi 10 persen, saya berkata, saya yang akan memotong, bukan kementerian,” ungkapnya.
Purbaya menekankan pentingnya menjaga likuiditas dalam sistem perekonomian, memastikan belanja yang mendesak tetap terpenuhi tepat waktu, dan bahwa fokus efisiensi akan diarahkan kepada program yang tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Beliau mengidentifikasi berbagai komponen belanja yang mungkin dapat ditunda, termasuk kegiatan internal yang tidak mendesak.
Sebagai tambahan, muncul wacana pemotongan gaji untuk menteri dan wakil menteri sebagai bagian dari penghematan anggaran. Purbaya mengungkapkan dukungannya terhadap ide tersebut sebagai bentuk solidaritas pejabat negara dalam melakukan penghematan. Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat menjaga kesehatan ekonomi nasional di tengah tantangan yang ada.