businessadviceserviceblog.com – Indonesia berpotensi menjalin kerja sama dengan Slowakia dalam pengembangan energi nuklir. Peluang tersebut terungkap saat pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Slowakia, Juraj Blanar, dan Menlu RI, Sugiono, yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Selasa, 3 Januari 2026.
Menteri Juraj Blanar menyampaikan bahwa Slowakia memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun dalam pembangunan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Ia menyatakan, “Kami dapat menawarkan pendidikan dan keahlian dalam bidang ini, terutama karena Indonesia berencana membangun PLTN pertamanya.” Penegasan ini menunjukkan komitmen Slowakia untuk mendukung upaya Indonesia dalam mengembangkan energi nuklir sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi nasional.
Selain itu, Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, menambahkan bahwa pemerintah sedang aktif mengembangkan energi listrik dari tenaga nuklir. Ia menekankan pentingnya teknologi energi nuklir dalam memenuhi kebutuhan listrik tanpa mengandalkan energi fosil secara penuh.
Dengan pengembangan energi nuklir, Indonesia tidak hanya berharap untuk meningkatkan kapasitas energi, tetapi juga untuk berkontribusi pada upaya global dalam mengurangi emisi karbon. Kerja sama dengan Slowakia diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman dan teknologi canggih dalam bidang ini. Inisiatif ini mencerminkan langkah strategis Indonesia dalam memasuki era energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.