businessadviceserviceblog.com – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa uang yang beredar dalam perekonomian domestik mengalami pertumbuhan signifikan pada Januari 2026. Berdasarkan data yang dirilis, likuiditas perekonomian atau M2 tumbuh sebesar 10,0% dibandingkan tahun lalu, mencapai total Rp10.117,8 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan M2 pada Desember 2025 yang tercatat sebesar 9,6%.
Dalam keterangan resminya pada Senin, 23 Februari 2026, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan M2 didorong oleh meningkatnya komponen uang beredar sempit (M1) yang mengalami kenaikan 14,9% serta uang kuasi yang tumbuh 5,4%. Ia menambahkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perkembangan ini adalah kenaikan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, yang tumbuh sebesar 22,6%, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang hanya 13,6%.
Pertumbuhan yang stabil dalam likuiditas ini berpotensi mendukung keberlanjutan perekonomian serta memperkuat posisi keuangan negara. Kenaikan M2 di awal tahun ini juga mencerminkan kondisi pasar yang mulai pulih, serta peningkatan penyaluran kredit yang dapat memicu aktivitas ekonomi. Melihat kondisi ini, BI berharap agar likuiditas yang lebih tinggi akan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi ke depan dan mendukung berbagai sektor usaha.
Dengan data yang kredibel dan analisis mendalam, BI menunjukkan komitmennya dalam memantau dan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang kompleks.