businessadviceserviceblog.com – Kehadiran Danantara dalam World Economic Forum (WEF) 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat industri manufaktur berkelanjutan. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa partisipasi ini tidak hanya bertujuan mencari pembiayaan, tetapi juga membangun kredibilitas Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) di mata investor global.
Yusuf menyatakan, keikutsertaan pertama Danantara di WEF merupakan kesempatan strategis. Dia menekankan bahwa fokus bukan hanya pada besaran dana, tetapi lebih pada arah strategis dan kualitas tata kelola yang dilakukan oleh Danantara serta dukungan kebijakan pemerintah. Menurutnya, ini adalah waktu untuk memperkuat narasi positif tentang Danantara di tingkat internasional.
Selain itu, Yusuf menegaskan bahwa peran Danantara di WEF seharusnya melampaui presentasi proyek. Danantara juga perlu membangun kepercayaan dan menunjukkan posisi Indonesia sebagai mitra jangka panjang yang berkomitmen pada keberlanjutan dan hilirisasi industri. Meskipun hasil dari partisipasi ini mungkin tidak segera terlihat dalam bentuk angka investasi, nilai penting lain yang bisa diperoleh adalah terbentuknya komitmen awal dan jaringan yang lebih luas.
Yusuf juga mencatat bahwa pentingnya Danantara untuk mengatasi isu-isu yang telah timbul, seperti transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan. Investor global cenderung sensitif terhadap kebijakan, sehingga penjelasan yang jelas mengenai regulasi dan komitmen transparansi menjadi krusial untuk mendongkrak kepercayaan mereka. Dengan langkah-langkah ini, Danantara dapat memainkan peran vital dalam menarik minat investor di forum internasional.