businessadviceserviceblog.com – Pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Indonesia semakin dioptimalkan melalui moda kereta api oleh PT Kereta Api Logistik. Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan dalam proses pengangkutan komoditas yang masuk dalam kategori barang berbahaya.
Menurut Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik, pengangkutan B3 membutuhkan penanganan yang sangat hati-hati, mengingat karakteristiknya yang berisiko. “Kami menegaskan bahwa seluruh proses pengangkutan B3 melalui kereta api dilakukan dengan mematuhi prinsip kehati-hatian dan regulasi yang berlaku,” ujar Dwi di Jakarta, Selasa (10/2/2026). Layanan ini telah mendapatkan izin dari otoritas terkait, yang menjadi jaminan keamanan bagi pengguna jasa.
Saat ini, KAI Logistik telah memperoleh izin untuk mengangkut 12 jenis bahan berbahaya, termasuk Nitrogen, Amonia, dan Asam Sulfat. Distribusi barang berbahaya ini diinformasikan berada di bawah regulasi ketat yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001. Semua proses pengangkutan harus memenuhi standar tinggi, terutama dalam aspek pengemasan, pelabelan, dan manajemen risiko.
Dengan upaya ini, KAI Logistik tidak hanya berkontribusi terhadap pengelolaan limbah B3 yang lebih aman tetapi juga menjawab kebutuhan industri terhadap moda angkutan yang memenuhi regulasi dan standar keselamatan yang ketat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pelanggan terhadap layanan angkutan B3 yang disediakan.