businessadviceserviceblog.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah melakukan pemetaan titik rawan kemacetan di Jawa Barat menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pemetaan ini dilakukan bersama Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, untuk memastikan kelancaran lalu lintas saat periode tersebut.
Menurut Dudy, Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan transportasi Lebaran, sebagai salah satu daerah asal pergerakan terbesar di Indonesia dan jalur lintasan menuju Jawa Tengah serta Jawa Timur. Perkiraan dari survei angkutan Lebaran 2026 menunjukkan bahwa sekitar 143,91 juta orang berencana melakukan perjalanan, meskipun angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Menhub menjelaskan bahwa meskipun survei menunjukkan penurunan, potensi pergerakan nyata mungkin lebih tinggi berdasarkan data yang dikumpulkan pada Lebaran 2025, yang mencatat 154,62 juta orang. Hal ini menekankan perlunya persiapan kapasitas yang maksimal, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Jawa Barat.
Dominasi penggunaan mobil pribadi sebagai moda transportasi, yang mencapai 53 persen, menjadi perhatian utama, terutama di jalur tol Jakarta–Cikampek yang seringkali mengalami kepadatan. Menhub Dudy mengharapkan dukungan dari Pemprov Jawa Barat untuk melakukan pengawasan di titik-titik rawan, seperti pasar tumpah dan kawasan wisata, guna mengurangi kemungkinan kemacetan dan kecelakaan.
Dudy juga mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap cuaca ekstrem serta potensi bencana di wilayah tersebut. Dalam upaya mendukung kelancaran transportasi selama Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan berbagai fasilitas transportasi lintas moda termasuk angkutan darat, laut, udara, dan perkeretaapian.