businessadviceserviceblog.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa nilai transaksi melalui sistem BI-FAST telah mencapai Rp25 kuadriliun dengan total 9,61 miliar transaksi sejak peluncuran pada Desember 2021 hingga September 2025. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan indikasi kemajuan pesat dalam sistem pembayaran digital yang terjadi selama beberapa tahun terakhir mengikuti implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.
Di acara pembukaan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 di Jakarta, Filianingsih menjelaskan bahwa dalam enam tahun terakhir, sistem pembayaran Indonesia mengalami kemajuan signifikan melalui berbagai inisiatif strategis. Selain BI-FAST, perkembangan sistem juga mencakup QRIS, serta elektrifikasi transaksi pemerintah dan transportasi. Ia menyebutkan bahwa interkoneksi lintas pelaku sistem pembayaran semakin kuat, dengan 93 persen transaksi menggunakan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP).
Filianingsih juga merinci bahwa transaksi QRIS mencatat 10,33 miliar transaksi hingga September 2025, menjangkau 58 juta pengguna dan 41 juta pedagang, di mana sebagian besar adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mengungkapkan bahwa QRIS terus dikembangkan untuk mendukung transaksi lintas negara, dengan rencana penggunaan di Tiongkok dan Korea Selatan dalam waktu dekat.
Melihat ke depan, BI berharap volume transaksi ekonomi dan keuangan digital mencapai 147,3 miliar pada 2030. Dalam menghadapi tantangan keamanan digital yang meningkat, Filianingsih menekankan pentingnya manajemen risiko yang komprehensif serta peningkatan literasi digital yang menjadi tanggung jawab bersama antara regulator dan industri. BSPI 2030 bertujuan untuk menyeimbangkan adopsi digital dengan penguatan manajemen risiko.