businessadviceserviceblog.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore mengalami penurunan yang signifikan, ditutup melemah 46,87 poin atau 0,55 persen, sehingga berada di level 8.537,91. Penurunan ini dipicu oleh aksi profit taking oleh pelaku pasar menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga turun 3,51 poin atau 0,41 persen ke posisi 845,44.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa pasar sedang terbebani oleh aksi ambil untung dan penjualan yang dilakukan oleh investor asing. Dalam kondisi tersebut, sentimen di pasar domestik terlihat lesu, terutama menjelang periode libur panjang. Investor juga merespons berita mengenai rencana Indonesia dan Amerika Serikat untuk menandatangani kesepakatan tarif timbal balik pada akhir Januari 2026.
Di sisi lain, data ekonomi dari AS menunjukkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2025 meningkat dari 3,8 persen menjadi 4,3 persen, melebihi ekspektasi. Hal ini menimbulkan spekulasi di kalangan pelaku pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) memiliki kemungkinan untuk memangkas suku bunga pada tahun depan. Pertumbuhan yang solid di sektor ekonomi AS serta dorongan dari Presiden Donald Trump untuk kebijakan yang lebih longgar juga turut berperan.
Selain itu, terdapat kabar baik mengenai hubungan dagang antara AS dan China terkait tarif impor semikonduktor. Otoritas perdagangan AS menyatakan bahwa penerapan tarif baru untuk impor chip dari China akan ditunda setidaknya selama 18 bulan, meredakan ketegangan perdagangan dalam rantai pasokan semikonduktor global.