businessadviceserviceblog.com – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendukung transformasi BUMD Bank Aceh Syariah (BAS) menjadi bank devisa. Hal ini disampaikan Fadhlullah dalam acara diskusi dengan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, yang diadakan di Banda Aceh pada Jumat lalu. Ia berharap sinergi antara OJK dan pemerintah Aceh dapat memperkuat berbagai aspek yang ada di wilayah tersebut.
Fadhlullah menyoroti kondisi perekonomian Aceh yang saat ini sangat tergantung pada dana otonomi khusus (Otsus), yang mengalami penurunan dan akan berakhir pada 2027. Untuk itu, ia mengajak OJK agar membantu mencari sumber dana alternatif, termasuk memulihkan dana warga Aceh yang hilang pasca-tsunami akibat kerusakan sistem perbankan.
Ia menegaskan pentingnya mengembalikan simpanan masyarakat kepada Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal, yang akan mengelola dana tersebut untuk pengembangan ekonomi, khususnya bagi masyarakat miskin. Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat dan OJK sangat diperlukan, mengingat Aceh memiliki status istimewa sejak masa penjajahan hingga saat ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Raen, menyambut positif usulan tersebut dan menyatakan kesiapan OJK untuk berkontribusi di Jakarta sesuai kapasitas yang dimiliki. Ia juga menyarankan agar perbankan di Aceh yang berlandaskan syariah menerapkan konsep Aceh Incorporated, yang mengedepankan kolaborasi antara sektor pemerintah, masyarakat, perbankan, dan sumber investasi lainnya untuk memajukan ekonomi daerah.